Umar Farooq
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan membuka opsi untuk menggunakan kekuatan militer di Venezuela, selama percakapan dengan Senator Republik Lindsey Graham.
Situs berita Axios melaporkan Minggu malam bahwa Graham mengatakan dalam percakapan awal bulan ini Trump bertanya kepadanya tentang pemikirannya tentang apakah akan menggunakan militer untuk campur tangan di Venezuela.
Graham mengatakan kepada Trump bahwa dia pikir langkah itu bisa "bermasalah," yang dijawab Trump dengan mengatakan, "Saya terkejut, Anda ingin menyerang semua orang."
"Saya tidak ingin menyerang semua orang, saya hanya ingin menggunakan militer ketika kepentingan keamanan nasional kami terancam," kata Graham kepada Trump, menurut Axios.
Senator Republik mengatakan Trump sangat agresif ketika datang ke Venezuela - negara yang telah ia dorong untuk perubahan rezim. Venezuela telah menjadi salah satu perhatian utama kebijakan luar negeri presiden sejak dia menjabat.
Namun, Axios mencatat tidak ada tanda-tanda bahwa pemerintahan Trump berencana untuk menggunakan kekuatan militer di negara Amerika Selatan, dan mengatakan segala upaya untuk mendorong perubahan rezim bersifat diplomatik dan ekonomi.
Menyusul demonstrasi massa di seluruh negeri, pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan pemerintah Venezuela Nicolas Maduro tidak sah Rabu lalu dan mengatakan dia akan menjadi pemimpin, dengan mengajukan klausul dalam Konstitusi.
Pengumuman itu diikuti oleh pernyataan dari Presiden AS Donald Trump mengakui Guaido, presiden Majelis Nasional, sebagai presiden sementara.
Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama, dan Paraguay mengikutinya sementara Bolivia dan Meksiko terus mengakui Maduro.