Maria Elisa Hospita
07 Januari 2021•Update: 08 Januari 2021
Michael Hernandez
WASHINGTON
Sedikitnya empat orang tewas di dekat Gedung Capitol Amerika Serikat, setelah pendukung Presiden Donald Trump melancarkan aksi kerusuhan pada Rabu.
Sebelumnya, polisi telah mengkonfirmasi bahwa seorang wanita tewas tertembak.
Menurut Kepala Polisi Washington D.C. Robert Contee, dia ditembak oleh petugas Polisi Capitol yang berpakaian kasual.
Wanita itu, yang belum diidentifikasi pihak berwenang, dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi akhirnya meninggal dalam perjalanan.
"Ini adalah kejadian tragis dan saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat korban," kata Contee.
Departemen kepolisian Washington D.C. akan meluncurkan penyelidikan terhadap insiden penembakan itu.
Contee menyebutkan tiga korban lainnya adalah satu perempuan dan dua laki-laki. Dia tidak mengungkapkan penyebab kematian mereka.
Dalam beberapa bulan terakhir, Trump bersikeras bahwa Pemilihan Presiden AS 2020 diwarnai kecurangan, hingga memicu amarah di kalangan pendukungnya.
Namun, Departemen Kehakiman tidak menemukan bukti untuk mendukung klaim Trump tersebut.
Jelang kerusuhan di Capitol, Trump menegaskan bahwa dia tidak akan pernah mengakui kekalahan.
"Kami sudah muak. Kami tidak tahan lagi. Kami akan menghentikan kecurangan ini," ujar dia.
"Sedikitnya 14 petugas polisi terluka. Sebagian besar petugas menderita luka ringan, kecuali satu orang yang wajahnya terluka parah akibat terkena proyektil," ungkap Contee.
Sejauh ini 52 orang telah ditangkap dan 47 di antaranya ditahan karena melanggar aturan jam malam Wali Kota Muriel Bowser.
Sementara itu, Bowser mengatakan polisi akan mengeluarkan pemberitahuan untuk orang-orang yang kedapatan melanggar legislatif federal.
Bowser juga memperpanjang masa darurat publik selama 15 hari lagi, yang akan berlangsung hingga akhir masa jabatan Trump.
Pada Rabu malam, pasca-penyerbuan gedung Capitol, sejumlah pejabat pemerintahan Trump pun mengundurkan diri.
Selain itu, 17 anggota DPR AS dari Partai Demokrat mendesak Wakil Presiden Mike Pence untuk mencopot Trump dari jabatannya.