Riyaz ul Khaliq
02 Agustus 2023•Update: 07 Agustus 2023
ISTANBUL
China dapat menghadapi lebih banyak banjir setelah hujan akhir pekan yang fatal melanda ibu kota Beijing, kata pihak berwenang pada Rabu.
Komisi Nasional Pengurangan Bencana (NCDR) negara itu mengatakan banyak bagian di utara dan selatan China "menghadapi risiko tinggi banjir" bulan ini karena "dua atau tiga topan akan menyapu atau memengaruhi sistem cuaca di seluruh negeri," lapor harian Global Times.
Otoritas setempat memperkirakan curah hujan meningkat di utara dan timur laut China, bagian barat dan selatan China Selatan, dan bagian selatan wilayah barat daya China.
Peringatan tingkat merah untuk hujan badai dikeluarkan pada Rabu di provinsi timur laut Heilongjiang.
Sedikitnya 20 orang tewas di Beijing dan provinsi Hebei, sementara 19 lainnya masih hilang sejak hujan deras mengguyur wilayah Beijing-Tianjin-Hebei akhir pekan lalu.
Negara itu harus mengerahkan tentara dan helikopter militer untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang terkena dampak cuaca buruk karena puluhan ribu orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman di banyak provinsi.
Topan Doksuri, yang membawa angin kencang dan hujan ke negara itu, melanda provinsi Fujian selatan sejak Jumat lalu.
Setidaknya 13 sungai telah melampaui tingkat peringatan akibat hujan deras, lapor penyiar CGTN.
Otoritas bencana negara itu juga memperingatkan suhu tinggi berkala dan kekeringan di sepanjang bagian utara Sungai Yangtze serta kebakaran hutan di tempat lain.