Muhammad Abdullah Azzam
25 Februari 2021•Update: 26 Februari 2021
Emin Avundukluoglu
ANKARA
Semua negara harus mendukung perjuangan Turki melawan terorisme, desak presiden negara itu Recep Tayyip Erdogan pada Rabu.
"Kami menyerukan kepada semua pihak yang memiliki prinsip dan kehormatan untuk mendukung perjuangan sah Turki dan pendekatannya terhadap terorisme,” kata Erdogan kepada fraksi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di parlemen di ibu kota Ankara.
“Tetapi negara-negara yang memiliki kemampuan untuk mengemban peran melawan teror malah membuat ‘kesalahan kritis’ lari dari pertarungan ini dengan mengeluarkan kata-kata seperti ‘tapi’ atau ‘bagaimanapun’," tambah dia.
Operasi kontra-teror di dalam dan di seberang perbatasan Turki adalah hak sahnya dan Turki mengemban misi kemanusiaan, ungkap Erdogan.
Turki, kata dia, seperti setiap negara di dunia, berhak untuk melawan terorisme di sarangnya.
Api yang tak dipadamkan suatu hari akan membakar kalian
Presiden Turki menekankan Turki telah menjelaskan kepada teman-teman Barat-nya tentang perang melawan terorisme selama bertahun-tahun.
"Jika kalian tidak memadamkan api teror di wilayah Anda, suatu hari api itu pasti akan menyebar ke kalian," tekan dia.
"Meski begitu, kesalahan yang sama masih saja terulang. Di sini kami semua mengawasi nasib mereka yang tidak mendengarkan kami," ujar dia.
“Kami bahkan tak ingin memikirkan masa depan negara-negara ini, yang jalanannya dipenuhi api dan darah, yang parlemennya diduduki, dan yang diguncang oleh rasisme dan Islamofobia,” kata Erdogan.
"Negara-negara yang lebih memilih bekerja sama dengan teroris daripada Turki, salah satu negara tertua di dunia [AS], akan tersesat dalam lubang hitam kecuali mereka mengubah mentalitas mereka," ujar dia.
Turki kurang mendapatkan dukungan dari negara-negara Barat dalam memerangi teroris, termasuk YPG/PKK.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.