Seda Sevencan
25 Mei 2021•Update: 25 Mei 2021
ISTANBUL
Kepala Hamas Ismail Haniyeh pada Senin mengatakan bahwa kelompok-kelompok Palestina mendukung pemulihan hubungan Turki dengan Mesir.
Berbicara dalam sebuah wawancara di saluran berita Turki Haberturk, Haniyeh mengatakan mereka menganggap Turki, Mesir, Iran, dan Arab Saudi sebagai negara-negara penting di kawasan itu.
Dia menambahkan bahwa pemulihan hubungan Turki dengan negara-negara tersebut akan mempengaruhi dunia Islam dan tujuan perjuangan Palestina secara positif.
Mengenai keputusan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menunda pemilihan 22 Mei kemarin, Haniyeh mengatakan mereka ingin pemilihan diadakan secepat mungkin, serta menyatakan langkah seperti itu akan mengakhiri perselisihan internal di Palestina.
Dia menegaskan, meski Hamas memenangkan pemilu, mereka akan membentuk pemerintahan bersama.
Mengesampingkan tujuan apa pun untuk mendominasi Palestina secara politik, dia mengatakan mereka ingin membebaskan tanah yang diduduki.
Menyinggung langkah normalisasi hubungan dengan Israel oleh beberapa negara Arab, dia mengatakan langkah seperti itu melegitimasi pendudukan Israel.
Empat negara Arab, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko menandatangani perjanjian yang ditengahi AS tahun lalu untuk menormalkan hubungan mereka dengan Israel.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Negara itu mencaplok seluruh kota Palestina pada 1980 dengan sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.