Ferdi Turkten, Selma Kasap, Omer Olcay
ANKARA
Wakil Direktur Jenderal Anadolu Agency mengatakan telah menerima informasi bahwa staf kantor berita Turki yang ditahan dalam serangan polisi di kantor mereka di Kairo diinterogasi oleh jaksa Mesir.
"Kami menerima berita bahwa rekan-rekan kami diinvestigasi oleh kantor kejaksaan Mesir," kata Metin Mutanoglu dalam kepada siaran langsung saluran berita Turki TRT, Rabu.
Pada Selasa, polisi Mesir menggerebek kantor Anadolu Agency di Kairo dan menangkap empat orang staf, salah satunya adalah warga negara Turki.
Mereka kemudian dibawa ke lokasi yang tidak diketahui.
Turki mengutuk keras penggerebekan itu dan mendesak polisi segera membebaskan karyawan kantor berita itu.
Mutanoglu mengatakan menurut informasi yang diterima dari Kementerian Dalam Negeri Mesir, kantor berita resmi Mesir menuduh Anadolu Agency dan karyawannya melaporkan berita palsu dan bekerja melawan kepentingan Mesir.
“Kami mengetahui bahwa mereka menahan kolega kami dengan klaim yang tidak masuk akal. Ini adalah perkembangan baru,” ujar dia.
Pria yang juga bertugas sebagai editor kantor berita itu juga mencatat bahwa pemerintah Mesir belum menanggapi inisiatif Kementerian Luar Negeri setelah serangan itu.
"Menurut pernyataan baru ini, mereka membuat penjelasan bahwa penyelidikan dilakukan dengan klaim bahwa AA [Anadolu Agency] bertentangan dengan kepentingan nasional Mesir dan menggambarkan citra buruk Mesir di luar," kata Mutanoglu.
Dia mencatat bahwa Mesir telah melakukan hal yang sama pada media yang ingin dibungkam dengan menutup banyak media lokal dan asing.
"Mereka melakukan hal yang sama kepada kita," kata Mutanoglu.
Dia menekankan bahwa Anadolu Agency adalah kantor berita yang sangat bergengsi di dunia Arab.
"Karena Anadolu Agency dikenal karena ketidakberpihakannya. Dikenal karena konten yang mendalam dalam beritanya. Dikenal karena membuat semua pihak berbicara,” tutur jurnalis senior itu.
Dia mencatat bahwa kepresidenan Mesir telah lama menjadi pelanggan Anadolu Agency hingga beberapa tahun yang lalu.
"Ini adalah informasi penting ... dan Anadolu Agency tidak peduli dengan kepentingan Mesir," kata Mutanoglu
"Kami adalah outlet media dan kami, tentu saja, memiliki kewajiban untuk melaporkan peristiwa yang terjadi di sana," tambah dia.
Pemerintah Mesir tidak pernah menyetujui akreditasi
Berbicara tentang klaim kurangnya dokumen, Mutanoglu mengingatkan bahwa presiden pertama negara yang dipilih secara demokratis, Mohamed Morsi, digulingkan dari kekuasaan dalam kudeta dan meninggal dalam persidangan atas tuduhan spionase tahun lalu.
"Kami adalah lembaga yang selalu menyimpan dokumen lengkap dan mendapat akreditasi hingga 2013 [kudeta militer]," ujar dia.
Mutanoglu menambahkan bahwa permohonan izin mereka ada pada pemerintah Mesir, tetapi mereka tidak pernah menolak atau menerimanya.
“Mereka mengatakan 'Anda bisa bekerja', tetapi mereka tidak meresmikannya dan membiarkannya,” imbuh dia.
Menurut dia, kantor berita tersebut telah beroperasi di Mesir selama delapan tahun dan setiap tahun selalu melengkapi semua dokumen yang diperlukan.
“Pemerintahan Mesir tidak pernah mendekati kami untuk akreditasi. Ini bukan hanya tentang kita, mereka melakukan ini terhadap semua media asing,” tambah Mutanoglu.
Dia mengatakan bahwa dua tahun lalu, Anadolu Agency menawarkan kantor berita Mesir untuk bekerja sama mengembangkan serta meningkatkan hubungan Mesir-Turki dan tawaran itu disambut baik.
Mutanoglu mencatat bahwa saat ini pemerintah Mesir membungkam semua suara yang menentangnya.
"Oleh karena itu, fakta bahwa mereka tidak memberi kami lisensi dalam hal ini tidak menghalangi pekerjaan kami," tutur dia.
Mutanoglu menambahkan bahwa kantor berita selalu membayar pajaknya ke Mesir tanpa penundaan.
"Tetapi mereka menentang Anadolu Agency dan semua media asing lainnya sejak kudeta," pungkas dia.
news_share_descriptionsubscription_contact

