Muhammad Abdullah Azzam
27 November 2020•Update: 28 November 2020
Sarp Ozer
ANKARA
Kelompok teror PKK mencoba mengganggu kesepakatan antara Pemerintah Daerah Kurdi (KRG) di Irak utara dan pemerintah pusat dengan menyerang sumber pendapatan daerah.
Sumber keamanan mengatakan kelompok teroris itu merasa terpojok karena operasi pasukan Turki di Irak utara dan mengalami kesulitan karena Kesepakatan Sinjar antara KRG dan pemerintah Irak.
Perjanjian tersebut membuka jalan bagi pemulangan penduduk lokal ke rumah mereka dan langkah-langkah untuk menempatkan Sinjar di bawah kendali KRG.
Hal ini juga menimbulkan kesulitan bagi keberadaan kelompok teror tersebut di wilayah itu sehingga memicu PKK berusaha untuk mengganggu kesepakatan tersebut.
PKK meningkatkan serangannya terhadap sumber pendapatan di wilayah tersebut dalam upaya untuk melemahkan KRG, dan kelompok teroris itu juga berusaha untuk mempertahankan kehadiran regionalnya dengan membuat perpecahan antara Erbil dan Baghdad.
Sumber keamanan berpendapat bahwa kelompok teror baru-baru ini melancarkan serangan untuk mencegah penduduk setempat kembali ke rumah dan mengadopsi metode berbeda untuk memastikan anggota PKK tidak melarikan diri dari kelompok teror tersebut.
Ketika pasukan Turki mengintensifkan operasi anti-teror lintas batas mereka di wilayah tersebut, pemimpin kelompok teroris bersembunyi di gua-gua.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.