Muhammad Abdullah Azzam
16 Oktober 2018•Update: 17 Oktober 2018
Dildar Baykan
NEW YORK
Keluarga jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi menyatakan dalam sebuah pernyataan yang dilansir oleh Washington Post, “Kami mengikuti perkembangan berita yang kontradiktif mengenai nasib ayah kami yang hilang sejak dua minggu setelah memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul."
Dalam pernyataan itu keluarga Khashoggi mengungkapkan trauma yang dirasakan, dan perasaan rindu untuk kembali berkumpul bersama Khashoggi pada masa-masa yang menyedihkan ini.
"Rasa tanggung jawab moral dan hukum yang ditanamkan kuat oleh ayah kami dalam diri kami mengilhamkan kepada kami untuk menyerukan pembentukan komisi internasional yang independen dan tak memihak dalam menyelidiki kematiannya,” ungkap pernyataan tersebut.
Keluarga Khashoggi berterima kasih kepada semua pihak yang menghormati keleluasaan pribadi keluarga kami di masa-masa sulit ini.
Khashoggi, seorang jurnalis terkemuka, telah hilang sejak dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Pada hari yang sama ketika Khashogi memasuki konsulat, 15 warga Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat, menurut sumber-sumber kepolisian.
Semua individu yang diidentifikasi tersebut telah meninggalkan Turki.
Otoritas Arab Saudi belum memberikan penjelasan yang jelas tentang nasib Khashoggi, sementara beberapa negara - terutama Turki, AS, dan Inggris - menekan agar kasus itu diselesaikan sesegera mungkin.