Umar İdris
13 November 2019•Update: 13 November 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) pada hari Selasa memerintahkan kepergian anggota keluarga pegawai pemerintah AS di Bolivia.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan "ketidakstabilan politik sedang berlangsung" di negara Amerika Selatan itu, sambil menaikkan saran perjalanan (travel advisory) ke Level 4 yang berarti "Jangan Lakukan Perjalanan" (Don't Travel).
"Pemerintah AS memiliki kemampuan terbatas untuk menyediakan layanan darurat kepada warga AS di Bolivia," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.
Ia menambahkan bahwa penerbangan domestik dan internasional mungkin tertunda atau dibatalkan dan perjalanan darat di sekitar dan antar kota secara teratur terhambat.
Bolivia telah terjerumus ke dalam kekacauan dimana para demonstran memprotes hasil pemilihan presiden pada bulan Oktober setelah Evo Morales menyatakan kemenangan untuk keempat kalinya.
Orang-orang dari kelompok oposisi turun ke jalan, menyatakan hasil pemilu itu curang. Morales lalu mengundurkan diri pada hari Minggu setelah mengalami tekanan dari militer dan polisi.
Setelah dia mengundurkan diri, Morales meminta suaka politik dari Meksiko. Sebelum pergi, ia menyatakan melalui Twitter bahwa ia akhirnya akan kembali ke Bolivia dengan lebih banyak "kekuatan dan energi."
Dia tiba di Meksiko pada Selasa sore.
Kemudian pada hari itu, Jeanine Anez, kepala Senat Bolivia, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Bolivia di Kongres meskipun gagal mengumpulkan suara mayoritas karena boikot oleh anggota partai Gerakan untuk Sosialisme Morales.