Maria Elisa Hospita
16 Oktober 2018•Update: 16 Oktober 2018
Gulsum Incekaya
ISTANBUL
Kelompok-kelompok oposisi Suriah berharap dapat menyaksikan gencatan senjata permanen di Idlib.
"Pemusnahan senjata berat dari Idlib baru-baru ini telah dilakukan agar seluruh wilayah lebih aman," kata mantan perdana menteri Pemerintahan Sementara Suriah, Ahmed Tuma, saat konferensi pers di Istanbul, pada Senin.
Menurut pimpinan oposisi, tentara Turki telah berhasil membersihkan Idlib dari kelompok oposisi ekstrem dan senjata berat sejak perjanjian Turki-Rusia mulai diberlakukan.
"Kami mengharapkan realisasi gencatan senjata dan pendirian zona demiliterasi yang aman di Idlib. Tindakan-tindakan ini tak hanya menjamin keamanan Suriah, tetapi juga telah melumpuhkan teroris yang telah mengancam negara tetangga kami," kata dia lagi.
"Rencana kelompok-kelompok tertentu di wilayah itu juga telah digagalkan. Dari titik ini, perdamaian yang komprehensif harus dicapai di Suriah," tambah Tuma.
Dalam kesempatan yang sama, Tuma juga mengapresiasi Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang berkomitmen untuk bekerja sama dengan tentara Turki sesuai dengan perjanjian Sochi.
"Kami meminta kelompok oposisi lainnya yang berbasis di Idlib untuk tak menggunakan senjata berat di zona demiliterasi dan menarik diri dari kawasan itu," tegas dia.
*Ali Murat Alhas turut melaporkan dari Ankara