Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Juni 2020•Update: 30 Juni 2020
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Kementerian Pertahanan Nasional pada Jumat mengumumkan bahwa pasukan keamanan Turki menghancurkan enam peluru mortir yang dipasang oleh teroris PKK/YPG di daerah Operasi Mata Air Perdamaian di Suriah utara, sebelah selatan perbatasan Turki.
"Para teroris, yang ingin mengganggu atmosfer perdamaian dan keamanan di daerah itu, memasang peluru mortir di daerah pemukiman untuk menargetkan warga sipil tak berdosa," kata kementerian melalui Twitter.
Peluru dihancurkan secara terkendali oleh tim penjinak Turki dengan alat pendeteksi peledak rakitan.
Sejak 2016, Turki telah meluncurkan tiga operasi anti-teroris yang sukses di lintas perbatasannya di Suriah utara untuk mencegah pembentukan koridor teror dan untuk memungkinkan penyelesaian damai penduduk lokal, yakni Operasi Perisai Eufrat (2016), Operasi Ranting Zaitun (2018) dan Operasi Mata Air Perdamaian (2019).
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa- telah bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.