Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 Maret 2019•Update: 22 Maret 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Inspektur jenderal Pentagon melakukan penyelidikan terhadap Penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan atas dugaan bias mendukung kontraktor pertahanan luar angkasa Boeing, di mana dia pernah bekerja, menurut sejumlah laporan, Rabu.
Juru Bicara Dwrena K. Allen, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Shanahan telah diberitahu tentang penyelidikan itu, yang akan memeriksa apakah dia menggunakan posisinya untuk secara tidak adil mempromosikan Boeing.
Penyelidikan dilakukan atas permintaan pengawas agar inspektur jenderal mengangkat masalah ini setelah laporan oleh Politico yang menyatakan bahwa Shanahan meremehkan pesaing Boeing termasuk Lockheed Martin dan menggembar-gemborkan mantan perusahaannya itu dalam pertemuan resmi saat dia masih menjabat sebagai wakil menteri pertahanan.
Sebuah lembaga pengawas, Warga untuk Tanggung Jawab dan Etika di Washington (CREW), mengirim surat kepada inspektur jenderal Pentagon pekan lalu, mengatakan bahwa tindakan Shanahan menimbulkan pertanyaan seputar standar perilaku Pentagon, serta janji etika yang dia tanda tangani saat pelantikannya.
"Undang-undang federal melarang Penjabat Menteri Pertahanan Shanahan menggunakan kantornya untuk keuntungan pribadi orang lain," tulis CREW dalam suratnya.
"Tingkah laku dan komentar Shanahan yang dilaporkan tampaknya melanggar peraturan federal dan Ikrar Etiknya dan oleh karena itu CREW meminta Anda menyelidiki dugaan terhadap tindakannya," tambah lembaga pengawas itu.
Shanahan pernah bekerja di Boeing selama lebih dari tiga dekade, karirnya melejit sebagai seorang eksekutif tinggi sebelum dia bergabung dengan Pentagon.
Saat ini, dia sedang dipertimbangkan untuk secara permanen menggantikan mantan Menteri Pertahanan James Mattis, yang mengundurkan diri dari jabatannya pada Desember karena perbedaan kebijakan dengan Presiden Donald Trump.