Mariam Ashalem De Andres
08 Agustus 2026•Update: 08 Agustus 2026
Senator Kolombia Ivan Cepeda menyerukan "perlawanan" terhadap pemerintahan Presiden Abelardo de la Espriella yang baru dilantik dalam sebuah aksi unjuk rasa di Barranquilla, Jumat (7/8).
"Jika kami melihat pemerintahan Abelardo de la Espriella mengambil tindakan yang melanggar kehidupan dan hak-hak rakyat, kami akan merespons secara damai, tetapi dengan tegas," kata Cepeda.
Dalam unggahannya di platform media sosial X usai aksi tersebut, Cepeda mengatakan dirinya menyerukan "perlawanan" dalam demonstrasi yang mengusung slogan "Cambio Demando" atau "Saya Menuntut Perubahan."
Sejumlah laporan media menyebut Cepeda menggambarkan aksi tersebut sebagai awal dari gerakan perlawanan sipil damai berskala nasional. Menurutnya, oposisi akan mempertahankan demokrasi melalui mobilisasi politik dan jalur konstitusional, bukan dengan kekerasan.
Ribuan pendukung koalisi Historic Pact, bersama anggota organisasi masyarakat, serikat pekerja, dan warga lainnya, berkumpul di luar Stadion Metropolitan Barranquilla sejak Jumat pagi untuk memberikan dukungan kepada Cepeda.
"Kami adalah kekuatan politik terbesar di negara ini. Kami memiliki blok terbesar di Kongres, dan hampir separuh rakyat Kolombia memberikan dukungan kepada kami dalam pemilu 21 Juni. Kami tidak akan meninggalkan rakyat maupun daerah, dan kami tidak akan berhenti membela kehidupan," ujar Cepeda.
Cepeda dan sejumlah anggota parlemen dari koalisi sayap kiri Historic Pact tidak menghadiri upacara pelantikan De la Espriella di Cali. Mereka memilih mengikuti berbagai kegiatan oposisi yang digelar di Barranquilla dan sejumlah kota lainnya.
Senator tersebut juga mempertanyakan legitimasi politik pemerintahan baru. Menurutnya, Kolombia harus mempertahankan institusi demokrasi dan tetap waspada terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi melemahkan jaminan konstitusional.
Abelardo de la Espriella resmi dilantik sebagai Presiden Kolombia pada Jumat setelah mengalahkan Cepeda, kandidat yang didukung koalisi Historic Pact milik Presiden sebelumnya Gustavo Petro, dalam putaran kedua pemilihan presiden yang digelar pada 21 Juni.
Pelantikan tersebut menandai pertama kalinya kekuasaan berpindah dari pemerintahan sayap kiri ke pemerintahan konservatif setelah empat tahun masa jabatan Gustavo Petro.
Selama masa kampanye, De la Espriella berjanji menerapkan kebijakan keamanan yang lebih tegas, mengurangi ukuran birokrasi pemerintahan, membatalkan sejumlah kebijakan yang diperkenalkan pada era Petro, memulihkan hubungan diplomatik dengan Israel, serta memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat.
Cepeda menegaskan bahwa pihak oposisi akan menghadapi pemerintahan baru melalui jalur parlemen, mobilisasi publik, dan aksi sipil damai, sembari mempersiapkan diri menghadapi pemilihan kepala daerah yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.