Maria Elisa Hospita
18 Februari 2019•Update: 18 Februari 2019
Fekry Hamdy Fadl Abdeen, Hamdi Yıldız
DOHA
Serikat Ulama Muslim Dunia mengkritik pertemuan para pejabat dari beberapa negara Arab dengan perdana menteri Israel dalam sebuah konferensi di Warsawa pada Minggu.
“Serikat Ulama prihatin mengetahui pertemuan sejumlah pejabat dari negara-negara Arab dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu yang menduduki tanah mereka, membunuh anak-anak mereka, memblokade kota-kota mereka, dan menjajah Palestina dan Yerusalem dengan dukungan dari Amerika Serikat,” kata serikat via Twitter resminya.
Para pejabat negara Arab menghadiri sebuah konferensi yang diselenggarakan bersama oleh AS dan Polandia di Warsawa, Polandia, pada 13-14 Februari.
Serikat itu menganggap para pejabat telah melupakan apa yang dilakukan Israel di Yerusalem dan Tepi Barat.
"Bahkan Netanyahu memandang perkembangan ini sebagai titik balik bersejarah dan meminta menteri luar negeri AS untuk mewujudkan kepentingan bersama Israel dan Arab," tambah serikat.
Pertemuan menteri internasional di Warsawa itu membahas perdamaian dan keamanan di Timur Tengah, dan masalah-masalah kritis seperti terorisme, pengembangan rudal, dan proliferasi.
Namun, dari komentar baru-baru ini yang dilontarkan oleh pejabat AS dan Polandia, spekulasi tentang upaya untuk membangun koalisi anti-Iran pun beredar.
Hampir 50 negara, termasuk Israel dan beberapa negara Arab, mengonfirmasi partisipasi mereka dalam konferensi tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai "Pertemuan Menteri untuk Mempromosikan Masa Depan Perdamaian dan Keamanan di Timur Tengah".