Hayati Nupus
09 November 2019•Update: 10 November 2019
Suleyman Elcin
ANTALYA, Turki
Turki telah menjegal niat para teroris yang ingin mendirikan negara teror di utara Suriah, ujar Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Jumat.
“Kami telah menghancurkan gim terkenal. Kami menghancurkan permainan ini tak hanya bagi para teroris, tapi juga aktor-aktor lain yang ingin mendirikan negara teror,” ujar Cavusoglu dalam sebuah acara di Antalya.
Cavusoglu mengatakan ada 350.000 Kurdi di Turki dan 300.000 di utara Irak.
Dia membantah klaim yang menyebutkan bahwa kelompok teror YPG/PKK adalah suara Kurdi dan mengatakan hampir 650.000 orang suku tersebut tak kembali ke daerah yang dikendalikan oleh YPG.
Pada 9 Oktober lalu, Turki meluncurkan Operation Air Mata Perdamaian untuk mengusir teroris dari utara Suriah di sebelah timur Sungai Efrat demi mengamankan perbatasan Turki dan membantu agar para pengungsi Suriah dapat kembali dengan aman, sekaligus memastikan integritas teritorial Suriah.
Ankara setuju tawaran Washington pada 17 Oktober untuk menghentikan operasi itu selama 120 jam, demi memungkinkan penarikan teroris YPG/PKK dari zona aman yang direncanakan.
Selasa lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, menggelar pertemuan “bersejarah” di kota resor Laut Hitam Sochi, beberapa jam sebelum jeda penetapan berakhir.
Ankara dan Moskow mencapai kesepakatan agar teroris YPG/PKK akan mundur 30 kilometer (129 mil) selatan perbatasan Turki dengan utara Suriah dalam 150 jam, dan pasukan keamanan dari Turki dan Rusia mulai melakukan patroli bersama di wilayah tersebut.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK—yang terdaftar sebagai organisasi teror oleh Turki, AS dan Uni Eropa—bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan, anak-anak dan bayi.
YPG adalah cabang Suriah dari PKK.
* ditulis oleh Gozde Bayar