İqbal Musyaffa
15 Oktober 2019•Update: 15 Oktober 2019
JAKARTA
Kinerja perdagangan Indonesia masih belum membaik. Pada September, Indonesia kembali mengalami defisit neraca perdagangan sebesar USD160,5 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, defisit neraca perdagangan tersebut terbentuk dari total ekspor sebesar USD14,1 miliar sementara impor mencapai USD14,26 miliar.
Sepanjang tahun ini hingga September, Indonesia sudah mengalami defisit neraca perdagangan sebanyak 4 kali, dengan defisit terbesar terjadi pada bulan April sebesar USD2,29 miliar.
“Kondisi September tahun ini berbeda dari September tahun lalu yang mencatat surplus USD346,2 juta,” ujar Suhariyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan data BPS, pada September tahun lalu ekspor Indonesia tercatat sebesar USD14,95 miliar sementara impor USD14,61 miliar sehingga mampu mencatatkan surplus perdagangan.
Dengan kinerja perdagangan bulan September tersebut, secara keseluruhan sejak Januari, total Indonesia mencatatkan nilai ekspor sebesar USD124,17 miliar, sementara impor USD126,11 miliar.
Berdasarkan data tersebut, maka sejak Januari hingga September, total neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD1,95 miliar.
“Total defisit hingga September tahun ini masih lebih baik dari total defisit hingga September tahun lalu,” ungkap Suhariyanto.
Defisit neraca perdagangan Indonesia pada periode yang sama tahun lalu sebesar USD3,82 miliar yang terbentuk dari total ekspor USD134,96 miliar dan impor USD138,77 miliar.