Iqbal Musyaffa
05 Juni 2020•Update: 05 Juni 2020
JAKARTA
Bank Indonesia mengatakan berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu pertama Juni, maka perkiraan inflasi pada bulan ini sebesar 0,04 persen secara bulanan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan dengan perkiraan inflasi tersebut, maka secara tahunan inflasi akan sebesar 1,81 persen yang berarti lebih rendah dari inflasi tahunan pada Mei yang sebesar 2,19 persen.
Perry mengatakan inflasi pada bulan Mei yang merupakan Ramadan dan Idulfitri sebenarnya juga sudah sangat rendah, bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Inflasi rendah karena permintaan masyarakat yang rendah karena pengaruh PSBB terhadap aktivitas ekonomi,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Jumat.
Dia mengatakan pendapatan masyarakat mengalami penurunan sehingga berpengaruh pada turunnya konsumsi membuat permintaan rendah juga menjadi faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat inflasi.
“Ketersediaan pasokan dan pola distribusi pangan yang baik serta korordinasi erat tim pengendali inflasi pusat dan daerah juga membuat lanju inflasi rendah,” jelas dia.
Selain itu, Perry mengatakan kredibilitas kebijakan yang bisa diukur dari terkendalinya ekspektasi inflasi serta kebijakan BI mengendalikan ekonomi moneter dan juga pemerintah mengendalikan fiskal merupakan faktor lain yang membuat inflasi terjaga rendah.