Pizaro Gozali İdrus
11 Februari 2019•Update: 12 Februari 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Presiden Filipina Rodrigo Duterte turun tangan langsung dalam kampanye informasi yang berupaya memulihkan kepercayaan publik terhadap program imunisasi pemerintah, lansir Philstar pada Senin.
Kepala Informasi dan Komunikasi Filipina Martin Andanar menjelaskan Duterte akan menyampaikan pesan tentang pentingnya imunisasi dalam salah satu pidatonya.
"Saya mendengar Presiden akan membantu Menteri Kesehatan mengembalikan kepercayaan masyarakat pada program imunisasi. Presiden sendiri akan membantu dalam menyampaikan," kata Andanar.
Andanar mengatakan lembaganya akan "secara aktif mendukung" kampanye informasi Kementerian Kesehatan.
Pada 2018, tingkat partisipasi warga Filipina terhadap imunisasi turun drastis hingga 40 persen dari rata-rata 70 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini terjadi akibat kasus vaksin Dengvaxia yang dituding membuat pasien mendapatkan penyakit menular lebih parah, bahkan kematian.
Sejak itu, warga enggan mengikuti program imunisasi pemerintah.
Namun produsen mengatakan vaksin tersebut tetap aman dikonsumsi dan mengatakan kasus-kasus kematian tidak memiliki hubungan langsung dengan vaksin Dengvaxia.
Pekan lalu, Duterte memerintahkan Kementerian Kesehatan untuk meluncurkan kampanye untuk mempromosikan program imunisasi pemerintah.
Wabah campak kembali melanda Filipina yang menembus 1.500 kasus dengan 26 kasus kematian dalam beberapa minggu terakhir.
Tercatat ada 441 kasus campak dengan lima kasus kematian akibat campak di wilayah Metro Manila, Filipina.
Peningkatan kasus campak juga terlihat di berbagai wilayah Filipina lain.