Erric Permana
24 Januari 2018•Update: 24 Januari 2018
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah Indonesia meminta Malaysia untuk memberikan akses bertemu dengan salah seorang WNI yang ditangkap aparat keamanan setempat lantaran diduga terlibat Daesh.
Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir mengatakan hingga kini Indonesia tidak memiliki akses untuk bertemu lantaran WNI tersebut masih diinterogasi oleh kepolisian.
"Itu kan ada waktu tertentu dia tidak bisa bertemu siapapun," ujar Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir usai mengikuti rapat di Kemenkopolhukam, Jakarta pada Rabu.
Padahal kata Fachir, akses itu juga merupakan kepentingan Malaysia agar bisa menyelidiki jaringan Daesh lainnya di sana.
"Kita terus meminta agar kita memiliki akses kepada warga kita," tambah dia.
Pemerintah Indonesia menyatakan telah mengirimkan surat atau pun bertemu dengan otoritas Malaysia untuk meminta akses tersebut.
Dia berharap akses untuk bertemu itu diberikan sesuai dengan kerja sama yang sudah disepakati selama ini.
"Kerjasama yang sudah kita lakukan selama ini untuk berbagai macam kepentingan Malaysia dan kepentingan Indonesia," pungkas dia.
Polisi Diraja Malaysia menangkap WNI yang berprofesi sebagai pekerja konstruksi di Malaysia bersama seorang rekannya, seorang warga negara Malaysia yang berprofesi sebagai ustad.
WNI yang ditangkap pada Rabu pekan lalu di Malaysia itu diduga berencana mencuri senjata api dari markas Polis Diraja Malaysia dan sejumlah kantor polisi lainnya di negara itu untuk kemudian digunakan dalam rencana aksi terornya di Indonesia dan Malaysia.
Selanjutnya, rekannya yang warga Malaysia ditangkap pada Desember di Malaysia dengan dugaan akan melancarkan aksi terorisme di tempat hiburan.