Pizaro Gozali İdrus
31 Oktober 2018•Update: 01 November 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Organisasi Islam Muhammadiyah mendirikan Sekolah Indonesia di Rakhine, Myanmar untuk meningkatkan taraf pendidikan anak-anak Rohingya.
Proses peletakan batu pertama telah dilakukan pada Minggu di Mrauk U Township, Rakhine State, Myanmar oleh Koordinator Muhammadiyah Aid Bachtiar Dwi Kurniawan.
Bachtiar mengatakan untuk tahap awal, lembaganya akan mendirikan dua sekolah dasar yang diperuntukkan bagi anak-anak Rohingya.
“Kita menargetkan pada awal ajaran baru 2019 sudah bisa beroperasi,” kata Bachtiar kepada Anadolu Agency pada Rabu di Jakarta.
Bachtiar mengatakan sekolah ini berbentuk formal dengan konsep belajar seperti sekolah pada umumnya.
Untuk mendirikan sekolah ini, kata Bachtiar, Muhammadiyah bekerja sama dengan mitra lokal di Myanmar.
“Implementatornya adalah orang-orang Rakhine,” ujar Bachtiar.
Bachtiar mengatakan Muhammadiyah pada 2017 telah mendirikan posko kesehatan di Cox's Bazar, Bangladesh untuk membantu ribuan para pengungsi Rohingya.
Sedangkan pada 2018, Muhammadiyah fokus pada aktivitas kemanusiaan di Rakhine, salah satunya dalam bidang pendidikan.
“Selama ini, warga Rohingya sulit mendapatkan akses pendidikan,” ungkap Bachtiar.
Pendirian Sekolah Indonesia ini berasal dari sumbangan warga Muhammadiyah yang diperuntukkan bagi Rohingya.
Total ada sekitar Rp20 miliar dana yang disalurkan melalui Lembaga Zakat Muhammadiyah atau LazisMU. Muhammadiyah Aid menargetkan pendirian 9 sekolah di wilayah Rakhine.
Selain itu, Muhammadiyah Aid juga akan mendirikan Pasar Inklusi untuk meningkatkan taraf ekonomi warga Rakhine.
Pasar Inklusi akan menjadi sarana interaksi antara warga Muslim dan Budha yang diharapkan dapat memulihkan luka konflik.