Muhammad Latief
JAKARTA
Presiden Rodrigo Duterte diprediksi akan mendapatkan dukungan kuat di lembaga legislatif setelah hasil tidak resmi Pemilu sela Filipina menunjukkan sembilan sekutunya memenangkan kursi senat, demikian dilansir Inquirer, Selasa.
Penghitungan sementara Parish Pastoral Council for Responsible Voting’s (PPCRV) menunjukkan kandidat Hugpong ng Pagbabago (HNP) Cynthia Villar, memimpin perolehan suara.
Penghitungan awal ini dilakukan pada 330 dari 85.769 daerah yang dikelompokkan secara nasional.
Di urutan kedua adalah Senator Grace Poe, diikuti oleh kandidat Hugpong lain, Christopher Lawrence "Bong" Go.
Pemenang berikutnya adalah perwakilan Taguig Pia Cayetano, mantan kepala Biro Pemasyarakatan Ronald "Bato" dela Rosa, senator yang terpilih kembali Juan Edgardo "Sonny" Angara, Gubernur Ilocos Norte Imee Marcos. Kemudian senator Lito Lapid, mantan Kepala Otoritas Pengembangan Metropolitan Manila Francis Tolentino, senator Nancy Binay, mantan senator Ramon "Bong" Revilla Jr dan senator JV Ejercito.
Kecuali Poe, Lapid dan Binay, semua adalah kandidat HNP.
Hasil awal ini mirip dengan survei yang dirilis oleh Pulse Asia pada Sabtu.
Hanya senator Aquilino "Koko" Pimentel III yang dalam diprediksi survei mampu meraih suara signifikan namun ternyata gagal masuk ke jajaran pemenang awal. Dia berada di urutan ke-14 pada Senin malam.
Senator Bam Aquino, juga dalam bahaya tidak berhasil kembali ke Senat karena saat ini berada di posisi ke-13.
Aquino adalah satu-satunya kandidat oposisi yang memiliki peluang statistik untuk menang, berdasarkan survei Pulse Asia.
Dengan lebih banyak kandidat pro-Duterte yang masuk ke senat, agenda presiden seperti federalisme dan pemberlakuan kembali hukuman mati mungkin kurang menghadapi perlawanan.
Mulai Selasa, fokus PPCRV akan memvalidasi hasil pemilu dan memastikannya sama dengan penghitungan elektronik yang dikirim ke server, kata ketua kelompok, Myla Villanueva.
"Ini adalah pekerjaan utama kami: untuk memastikan bahwa tidak ada perbedaan suara," kata Villanueva.
Dia mencatat bahwa dalam pemilu 2016, validasi PPCRV atas lebih dari 77.000 hasil pemilu menunjukkan tingkat kecocokan 99,3 persen.
“Anda dapat yakin bahwa tidak ada perbedaan suara dalam skala besar. Kami berharap hal yang sama untuk pemilihan ini, "katanya.
Kali ini, PPCRV memiliki 300.000 sukarelawan untuk membantu memastikan kelancaran pemilihan.
Dalam tiga minggu ke depan, sekitar 300 sukarelawan akan bekerja secara bergiliran di Pusat Paus Pius di Manila untuk memvalidasi hasil pemilihan.
news_share_descriptionsubscription_contact
contact_the_ombudsman
is_there_an_error_in_this_story


