Muhammad Nazarudin Latief
05 Maret 2019•Update: 05 Maret 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Singapura, negara kecil di Asia Tenggara mendapatkan penghargaan sebagai negara paling inovatif di dunia, setelah Uni Eropa.
Publikasi perdagangan global, World Trademark Review (WTR) menempatkan Kantor Kekayaan Intelektual Singapura (Ipos) bersama dengan Chile dan Spanyol dalam Peringkat Inovasi Kantor intellectual property untuk 2019.
WTR menggambarkan Ipos sebagai agen inovasi yang "memiliki fokus kuat pada penyediaan pendidikan dan dukungan dalam pengembangan bisnis".
WTR melakukan penelitian pada 50 negara dengan mewawancarai 100 praktisi IP dalam tiga bidang, yaitu proposisi nilai tambah, kemampuan online, dan upaya jangkauan publik.
Kepala eksekutif Ipos, Daren Tang, mengatakan pihaknya senang diakui membantu perusahaan menggunakan IP untuk pertumbuhan bisnis dan melatih warga Singapura dalam IP dan keterampilan inovasi.
Menurut dia, inovasi, teknologi dan digitalisasi sekarang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi global.
Selain itu aset tak berwujud seperti IP, data dan pengetahuan semakin melesat nilainya.
Pada 2018, nilai aset tidak berwujud melampaui nilai aset berwujud untuk pertama kalinya dalam sejarah, ujar dia.
Dia mengatakan Ipos akan "meningkatkan rezim IP kelas atas Singapura untuk memelihara lebih banyak perusahaan kaya aset tak berwujud, dan mengembangkan Singapura sebagai tempat bagi perusahaan inovatif untuk meningkatkan dan mengakses pasar pertumbuhan Asia."
Di antara inisiatif dalam 12 bulan terakhir, Ipos meluncurkan skema jalur cepat April lalu untuk mendukung bisnis fintech.