Muhammad Abdullah Azzam
08 September 2020•Update: 08 September 2020
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Direktur Komunikasi Turki Fahrettin Altun pada Senin berdiskusi dengan asisten presiden Azerbaijan soal masalah regional dan hubungan bilateral.
Setelah mengadakan pertemuan tatap muka, Altun dan Hikmet Hajiyev yang juga menjabat sebagai kepala kebijakan luar negeri di Kepresidenan Azerbaijan, berbicara kepada media di Istanbul.
Altun mengatakan bahwa kedua negara berhadapan dengan berbagai "ancaman terhadap kepentingan vital mereka".
Mengacu pada pepatah mantan Presiden Azerbaijan Haydar Aliyev tentang "dua negara, satu bangsa", Altun mengatakan para pemimpin kedua negara telah menunjukkan kepada dunia persahabatan mereka yang mengakar.
Altun menekankan Turki dan Azerbaijan ingin lebih memperkuat hubungan bilateral, terutama di bidang politik, ekonomi, budaya, dan keamanan.
“Dalam kondisi yang kacau dan turbulensi di mana tatanan internasional hampir runtuh dan tatanan dunia baru belum terbentuk, seperti halnya di setiap bidang lain, kita hanya bisa menang di bidang komunikasi jika kita bersatu,” ujar Altun.
Dia menekankan bahwa membangun kemitraan baru antara Turki dan Azerbaijan "bukanlah pilihan melainkan kewajiban" dengan memperhatikan kondisi global.
Kedua pihak juga sepakat untuk membangun platform media bersama untuk menginformasikan masyarakat dan menghilangkan rumor dan propaganda.
Altun mengatakan sektor publik dan swasta dapat membuat konten untuk televisi, radio dan platform digital.
Sementara itu, Haliyev mengatakan Azerbaijan sangat senang dengan pencapaian Turki di semua bidang, mulai dari ekonomi hingga politik luar negeri.
“Kami bertujuan untuk mengembangkan dan memperkuat persaudaraan kami,” tutur dia.
Haliyev mengatakan Azerbaijan dan Turki akan memperoleh keuntungan penting dari kerja sama dan koordinasi yang erat antara lembaga-lembaga sektor publik dan swasta di bidang media dan komunikasi.