Diyar Guldogan
07 Juli 2023•Update: 11 Juli 2023
ANKARA
Turkiye menekankan rasa solidaritas penuh dengan Palestina, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Kamis setelah serangan Israel baru-baru ini di kota Jenin, Tepi Barat.
"Semoga Allah mengampuni saudara-saudara Palestina kami yang tewas dalam serangan tentara Israel di kamp Jenin. Turkiye dalam solidaritas penuh dengan rakyat Palestina," kata Erdogan pada pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di ibu kota Ankara.
Serangan pasukan Israel ke kota-kota Palestina telah meningkatkan ketegangan di Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa bulan terakhir, termasuk serangan pada Senin di Jenin.
Setidaknya 12 warga Palestina tewas dan lebih dari 140 terluka dalam serangan terbaru, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Lima korban tewas di antaranya adalah anak-anak di bawah umur.
Di bawah hukum internasional, semua permukiman Yahudi di wilayah pendudukan dianggap ilegal.
Perjuangan Turkiye lawan terorisme
Beralih ke perjuangan Turkiye melawan terorisme, Erdogan juga mengutuk pembantaian kelompok teroris PKK di wilayah timur negara itu 30 tahun lalu.
"Pembantaian Basbaglar adalah salah satu aksi terorisme paling brutal dalam sejarah kita," ujar Presiden.
Pada 5 Juli 1993, militan PKK menggerebek desa Basbaglar di provinsi Erzincan, dan membunuh 33 warga sipil.
Mereka mengumpulkan semua wanita di sungai terdekat dan membakar semua rumah setelah mencuri barang-barang berharga. Lima orang, yang menantang para teroris, dimasukan ke dalam rumah yang terbakar dan mereka semua tewas.
Teroris mengumpulkan 28 orang, yang pulang dari masjid setelah melaksanakan salat, di tengah desa dan menembak mereka hingga mati. Ratusan selongsong peluru ditemukan di lokasi kejadian.
"Kami melanjutkan perjuangan kami melawan semua organisasi teroris tanpa henti sehingga penderitaan serupa tidak akan terjadi lagi di negara kami,” sebut Erdogan.
"Perjuangan kami akan berlanjut di dalam dan di luar perbatasan kami sampai kami menghancurkan bibit terorisme," janji Erdogan.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turkiye, PKK – terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turkiye, AS, dan Uni Eropa – bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.