Şahin Demir
07 Mei 2026•Update: 07 Mei 2026
Iran menyatakan proposal Amerika Serikat yang disampaikan melalui mediasi Pakistan masih dalam tahap peninjauan, sementara Teheran akan menyampaikan posisi akhirnya setelah proses evaluasi internal selesai dilakukan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei kepada kantor berita semi-resmi ISNA, Rabu, mengatakan proposal dari Washington masih diperiksa dan hasil peninjauan Iran nantinya akan disampaikan kepada pihak Pakistan.
ISNA juga melaporkan sebagian isi pemberitaan media Amerika Serikat Axios mengenai kemungkinan kesepakatan antara Teheran dan Washington merupakan “spekulasi media”.
Menurut laporan tersebut, tim negosiasi Iran saat ini tetap berfokus pada isu “mengakhiri perang sepenuhnya”.
ISNA menambahkan isu nuklir “belum dibahas pada tahap ini” dalam proses negosiasi.
Secara terpisah, kantor berita Tasnim mengutip sumber yang mengetahui proses perundingan menyebut Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal terbaru Amerika Serikat karena beberapa poin dinilai tidak dapat diterima.
Pernyataan itu muncul setelah Axios melaporkan Iran dan Amerika Serikat semakin dekat mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik dan membentuk kerangka negosiasi yang lebih luas.
Menurut laporan Axios, nota kesepahaman yang diusulkan akan menyatakan berakhirnya perang dan membuka proses negosiasi selama 30 hari terkait sejumlah isu, termasuk Selat Hormuz, program nuklir Iran, dan pelonggaran sanksi.
Axios menyebut pembahasan rancangan kesepakatan mencakup moratorium sementara terhadap pengayaan uranium, pelonggaran sanksi secara bertahap, dan perluasan inspeksi aktivitas nuklir Iran, meski belum ada kesepakatan final yang dicapai.
Sebelumnya, Baghaei dalam konferensi pers pada Senin mengatakan pesan Amerika Serikat yang disampaikan melalui Pakistan masih ditinjau dan Washington terus mengajukan “tuntutan yang tidak masuk akal”.
Menanggapi laporan media mengenai dugaan “inisiatif 14 poin” Iran, Baghaei mengatakan isu terkait pengayaan uranium dan material nuklir masih bersifat spekulatif dan belum mencapai kesepahaman final.