28 Juli 2026•Update: 28 Juli 2026
Prancis dan Spanyol pada Selasa terus berupaya memadamkan kebakaran hutan besar yang masih melanda kedua negara, sementara gelombang panas, kelembapan rendah, dan perubahan arah angin diperkirakan meningkatkan risiko kobaran api kembali membesar serta menyulitkan proses pengendalian.
Di Prancis barat daya, kebakaran besar di Departemen Gironde masih dalam kondisi terkendali namun belum sepenuhnya dapat dipadamkan setelah menghanguskan 42.000 hektare lahan atau sekitar 103.784 acre sejak 22 Juli. Menurut otoritas setempat, tidak ada penambahan luas area yang terbakar dalam semalam.
Sejumlah titik api yang kembali muncul di utara Le Porge dan Cap-Ferret berhasil dipadamkan. Namun, Prefek Gironde Sophie Brocas memperingatkan situasi masih "sangat sulit diprediksi," seperti dikutip BFMTV.
Suhu udara diperkirakan mencapai 35 derajat Celsius di Gironde dan 37 derajat Celsius di Departemen Landes yang bertetangga, sementara perubahan arah angin diperkirakan membuat perilaku api semakin sulit diperkirakan.
Sebanyak 2.750 petugas pemadam kebakaran, 1.500 personel militer, 1.440 aparat keamanan, dan 18 pesawat dikerahkan untuk memadamkan kobaran api.
Letnan Kolonel Olivier Cravata dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Gironde mengatakan tim di lapangan berupaya mengamankan perimeter kebakaran sebelum kondisi memburuk pada siang hari.
"Kami harus menangani perimeter sepanjang 130 kilometer," katanya.
Tujuh departemen di Prancis ditetapkan dalam status siaga oranye karena tingginya risiko kebakaran hutan.
Seorang petugas pemadam kebakaran sukarelawan, Laurent Masson (38), meninggal dunia saat bertugas setelah mobil pemadam yang dikendarainya keluar dari jalan di Departemen Bouches-du-Rhone. Sementara itu, empat petugas lainnya mengalami luka ringan dalam kecelakaan terpisah di Departemen Var.
Di Spanyol, petugas pemadam kebakaran menghadapi situasi yang semakin kritis menjelang gelombang panas keempat pada musim panas tahun ini.
Kebakaran telah menghanguskan sekitar 50.000 hektare lahan di Avila, 28.000 hektare di Madrid, dan 8.500 hektare di Castellon. Menurut penyiar publik RTVE, total luas lahan yang terbakar di seluruh Spanyol tahun ini telah mencapai 172.400 hektare.
Lebih dari 180.000 orang masih berada dalam status dievakuasi atau diminta tetap berada di rumah di berbagai wilayah Spanyol.
Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska menyebut kebakaran di Avila sebagai "kebakaran terbesar dan paling dahsyat dalam sejarah Spanyol."
Lebih dari 400 personel tanggap darurat bekerja sepanjang malam untuk mengendalikan kebakaran di Valdemaqueda, Madrid, sebelum angin dari selatan diperkirakan memperparah penyebaran api.
Suhu udara diperkirakan mencapai 36 hingga 38 derajat Celsius di sebagian besar wilayah Spanyol, bahkan melampaui 40 derajat Celsius di Lembah Guadiana dan Guadalquivir.