Rhany Chairunissa Rufinaldo
17 Maret 2020•Update: 18 Maret 2020
Cindi Cook
PARIS
Presiden Prancis Emmanuel Prancis Macron menyampaikan pidato resmi pada Senin malam, mengumumkan penutupan perbatasan kepada publik yang sedang waspada menghadapi wabah virus korona (Covid-19).
"Kita sedang berperang dalam perang kesehatan, tentu saja, kita tidak bertarung melawan tentara atau melawan bangsa lain. Tetapi musuh ada di sana, tidak terlihat, dan sedang berkembang," kata Macron.
Presiden berulang kali menekankan kata "berperang" dan menegaskan bahwa aturan tentang interaksi sosial harus ditaati di semua tingkatan.
"Saya meminta semua aktor politik, ekonomi, sosial dan yang terkait untuk bergabung dengan persatuan nasional ini. Kita sedang berperang," tegas dia.
Macron mengatakan segala pertemuan, baik keluarga dan profesional, tidak lagi diizinkan.
Dia memperingatkan bahwa mereka yang masih berkeliaran ke taman dan ruang publik - yang bertentangan dengan instruksi - hanya akan melestarikan bahaya penyebaran infeksi.
Presiden mengatakan bahwa pada Selasa siang, perbatasan ke pintu masuk ke Uni Eropa dan wilayah Schengen akan ditutup dan semua perjalanan antara negara-negara Eropa akan ditangguhkan.
Mulai Selasa, Macron akan mengeluarkan perlindungan bagi publik, yaitu penangguhan semua tagihan listrik, gas, dan sewa bagi perusahaan.
"Sistem pengangguran parsial akan diperpanjang secara besar-besaran. Untuk wirausahawan, dana solidaritas akan dibuat," lanjut dia.
Macron meyakinkan bahwa peralatan medis juga akan didistribusikan ke di seluruh penjuru Prancis.
"Tidak ada wanita Prancis, tidak ada warga Prancis yang akan dibiarkan tanpa sumber daya," tambah dia.
Hingga Senin malam, Prancis melaporkan 6.633 infeksi dan 148 kematian akibat virus korona, meningkat 21 kematian dan 1.210 kasus baru dari hari sebelumnya.