Kanyshai Butun
04 September 2026•Update: 04 September 2026
Rusia dan China tengah membahas proyek baru untuk meningkatkan pasokan gas Rusia ke China, termasuk pengembangan jalur Power of Baikal yang dirancang mengalirkan 50 miliar meter kubik gas per tahun melalui Mongolia.
“Kami sedang mempersiapkan peluncuran rute Timur Jauh dan melanjutkan dialog mengenai rute-rute potensial lainnya untuk memasok gas Rusia ke China, termasuk proyek Power of Baikal,” kata Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak, menurut kantor berita Rusia Tass.
Novak menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan energi Rusia-China di sela-sela Eastern Economic Forum di kota pelabuhan Vladivostok, Rusia.
Novak mengatakan kedua negara juga tengah mengembangkan proyek bersama untuk mengekstraksi dan mencairkan gas di Arktik serta membangun kompleks di kawasan Baltik untuk mengolah gas yang mengandung etana.
Dia menegaskan ekspor gas melalui jaringan pipa Power of Siberia terus meningkat.
Moskow pada Rabu mengganti nama tahap kedua proyek Power of Siberia menjadi Power of Baikal.
Proyek tersebut ditujukan untuk memasok 50 miliar meter kubik gas Rusia ke China setiap tahun melalui Mongolia.
Novak menambahkan Rusia juga siap membahas proyek-proyek energi nuklir baru dengan China, termasuk pelatihan tenaga ahli dan penelitian teknologi nuklir canggih.