Hayati Nupus
31 Oktober 2019•Update: 01 November 2019
JAKARTA
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan pada 2020 mendatang tak ada potensi anomali iklim yang berdampak pada curah hujan di Indonesia.
“Curah hujan akan cenderung sama dengan pola iklim normal,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kamis, dalam keterangannya.
Perkiraan ini berdasarkan hasil monitoring dan analisa dinamika atmosfer BMKG.
Kesimpulan yang sama juga diperoleh dari kajian Satelit Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), NASA Amerika Serikat dan JAMSTEC Jepang.
Di tahun depan, lanjut Dwikorita, musim kemarau akan dimulai pada April-Mei hingga Oktober 2020.
Sementara di wilayah ekuator seperti Aceh, Sumatera Utara dan Riau, musim kemarau akan dimulai pada Februari-Maret 2020.
“Sehingga kita perlu waspada potensi kondisi kering yang dapat berdampak pada kebakaran hutan dan lahan di awal tahun,” imbuh Dwikorita.
BMKG mengimbau agar Indonesia memaksimalkan upaya menjaga cadangan air, lewat operasional air waduk saat musim hujan dan gerakan memanen air hujan.